Kamis, 24 Desember 2009

PENILAIAN TERHADAP DIRI SENDIRI

Pandangan seseorang tentang dirinya sendiri atau penilaian kepada dirinya sering mengalami salah pengertian. Kebanyakan dari mereka mengasumsikan opini orang lain sebagai gambaran tentang dirinya. Kenyataannya, yang mengetahui bagaimana dirinya adalah individu itu sendiri. Setiap individu diharapkan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan bahkan individu tersebut harus mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi kekurangan yang ada pada dirinya. Bukan hanya itu saja, yang perlu di kembangkan adalah bagaimana individu tersebut membawakan dirinya.

Banyak orang yang bertanya, bagaimana caranya agar kita dapat mengenali diri kita sendiri? Mungkin dapat dilakukan dengan cara yang biasa anda lakukan sehari- hari, yaitu bercermin. Dengan cermin anda dapat mengetahui apa saja yang anda miliki dalam diri anda. Bercermin bukan hanya berfungsi untuk melihat kelebihan dan kekurangan secara fisik atau berdandan dan lain sebagainya, tetapi bercermin juga dapat membantu anda mengenal diri anda lebih dalam. Sebagai contoh, anda sering memperhatikan bagian wajah, pastinya anda akan mengetahui bagaimana raut wajah anda. Misalnya wajah anda selalu ceria dihadapan orang lain walaupun kenyataannya anda sedang sedih, berarti anda pandai menyembunyikan perasaan dan anda tidak ingin menyusahkan orang lain tentang kesedihan anda. Dan masih banyak lagi contoh lainnya. Dengan bercermin semestinya seseorang dapat menilai atau memberi pandangan kepada dirinya. Jadi, dapat anda mulai dari sekarang bercermin bukan hanya kepentinyan penampilan saja tetapi dapat digunakan untuk memberikan deskripsi diri.

Dari cara pandang tersebut dapat anda buktikan kepada diri anda. Pada dasarnya kelemahan dan kelebihan bukan hanya dari segi fisik semata, tetapi sikap dan pola piker juga menentukan. Sebelum mendapatkan mata kuliah Psikologi Sosial dan Kesehanan Mental, saya belum menetahui bahwa kelemahan dan kelebihan dalam diri hanya diketahui oleh individu itu sendari. Saat saya di minta untuk menjabarkan tentang kelebihan dan kelemahan, saya hanya menjabarkan tentang kelebihan dan kekurangan saya secara fisik dan ditambah dengan opini orang lain tentang saya. Saat itu juga dosen saya mengetakan “Jika anda menyebutkan cirri fisik saja dan anda menhemukakan diri anda melalui opini orang lain, maka padat disimpulkan bahwa anda tidak mengenal diri anda”. Mulai saat itu saya mencoba menjabarkan penilaian tentang diri saya dengan apa yang saya rasakan.

Dari usaha yang saya lakukan akhirnya mendapatkan beberapa penjabaran. Antara lain, saya merasa diri saya keras kepala karena saya tidak akan menyetujui apa yang orang lain katakana jika menurut saya itu bukan kemauan saya, walaupun keyataannya saya yang salah tapi dapat berubah jika saya mencari tahu kebenarannya. Ekspresi wajah hal yang paling sering saya rasakan kurang bias di control, jika saya merasa marah, senang, kecewa, dan lain- lain pasti akan terlihat oleh orang lain dan terkadang membuat orang lain terganggu. Dalam perkataan juga demikian, terkadang saya sering berkata kasar jika saya benar- benar marah dan merasa terusik. Bahkan banyak orang yang tersinggung dengan kata- kata saya walaupun terkadang saya berkata kasar hanya membalas perlakuan orang tersebut atau berkata sesungguhnya, karena saya tidak suka memasang wajah manis kepada orang sedangkan saya tidak merasa nyaman kepada orang tersebut.

Dan masih banyak lagi yang sudah dapat miliki tentang deskripsi diri saya. Jika anda ingin memberikan keritik dan saran silakan komentari blog ini. Terimakasih.

2 komentar:

  1. sma donk kta keras kepala,
    tp bda kta, s gk skany gw ma orang masih bsa bermanipulasi ma dy..
    mantap dah lo gun"
    sesuai kt pk erik, pndai mnipulasi gua"

    hhahhhaaaaa, knp gua jd ngmongin diri y, maklum..

    BalasHapus