Secara umum ada beberapa gejala autisme yang akan tampak semakin jelas saat anak telah mencapai usia 3 tahun, yaitu:
Gangguan dalam komunikasi verbal maupun non verbal seperti terlambat bicara, mengeluarkan kata-kata dalam bahasanya sendiri yang tidak dapat dimengerti, echolalia, sering meniru dan mengulang kata tanpa dimengerti maknanya, dan seterusnya.
Gangguan dalam bidang interaksi sosial, seperti menghindari kontak mata, tidak melihat jika dipanggil, menolak untuk dipeluk, lebih suka bermain sendiri, dan seterusnya.
Gangguan pada bidang perilaku yang terlihat dari adanya perilaku yang berlebih (excessive) dan kekurangan (deficient) seperti impulsif, hiperaktif, repetitif namun dilain waktu terkesan pandangan mata kosong, melakukan permainan yang sama dan monoton .Kadang-kadang ada kelekatan pada benda tertentu seperti gambar, karet, boneka dan lain-lain yang dibawanya kemana-mana.
Gangguan pada bidang perasaan atau emosi, seperti kurangnya empati, simpati, dan toleransi; kadang-kadang tertawa dan marah sendiri tanpa sebab yang nyata dan sering mengamuk tanpa kendali bila tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.
Gangguan dalam persepsi sensoris seperti mencium-cium dan menggigit mainan atau benda, bila mendengar suara tertentu langsung menutup telinga, tidak menyukai rabaan dan pelukan, dan sebagainya.
Gejala-gejala tersebut di atas tidak harus ada semuanya pada setiap anak autisme, tergantung dari berat-ringannya gangguan yang diderita anak.
Rabu, 14 April 2010
b. Gejala- Gejala yang Nampak Sebelum Usia 3 Tahun
Gejala autisme infantil timbul sebelum anak mencapai usia 3 tahun. Pada sebagian anak gejala gangguan perkembangan ini sudah terlihat sejak lahir. Chris Williams dan Barry Wright (2007) mengemukakan beberapa simptom autistik yang mungkin sudah muncul diusia 18 bulan, seperti:
- Tidak melakukan kontak mata.
- Tidak merespon segera jika dipanggil nama.
- Tampak berada “didunianya sendiri”.
- Mengalami hambatan perkembangan bahasa.
- Kehilangan kemampuan berbahasa.
- Tidak menggunakan sikap tubuh.
- Memegang tangan orang dewasa dan menaruhnya pada sesuatu yang ingin dia buka.
- Tidak memahami sikap tubuh orang lain.
- Tidak bermain pura-pura.
- Lebih tertarik pada bagian-bagian permainan.
- Menghabiskan banyak waktu untuk membariskan benda-benda.
- Dan melakukan gerakan-gerakan tidak umum (ex. Jalan jinjit).
- Memaksa membawa dua benda, satu disetiap tangan, seringkali dengan bentuk dan warna sama.
Mengingat di Indonesia belum ada suatu alat tes yang baku untuk mengetahui gangguan pada anak, maka untuk tujuan tersebut dapat dilakukan dengan membandingkan perkembangan anak dengan indikator perkembangan yang normal. Dibawah ini disajikan tabel perkembangan motorik dan perkembangan bahasa pada anak normal.
A. AUTISME
a. Definisi Autisme
Autisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis gangguan perkembangan pervasif pada anak yang mangakibatkan gangguan/keterlambatan pada bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Kondisi seperti itu tentu akan sangat mempengaruhi perkembangan anak, baik fisik maupun mental. Apabila tidak dilakukan intervensi secara dini dengan tatalaksana yang tepat, perkembangan yang optimal pada anak tersebut sulit diharapkan. Mereka akan semakin terisolir dari dunia luar dan hidup dalam dunianya sendiri dengan berbagai gangguan mental serta perilaku yang semakin mengganggu. Tentu semakin banyak pula dampak negatif yang akan terjadi.
Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum (1982), autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penderita autisme sering disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri. Dulu anak-anak yang mengalami gangguan ini telah dideskripsikan dalam berbagai istilah seperti chilhood schizophrenia (Bleuer), sedangkan Margareth Mahler (1952) menyebutnya dengan symbiotic psychotic children dengan gejala-gejala tidak dapat mengembangkan self-object differentiation. Belakangan istilah psikosis cenderung dihilangkan dan dalam Diagnostic and Statistical Maunal of Mental Disorder edisi IV (DSM-IV) Autisme digolongkan sebagai gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental dis-orders), secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori ini ditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yang meliputi perkembangan keterampilan sosial dan bahasa, seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik.
Autisme atau autisme infantil (Early Infantile Autism) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943 seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner (untuk membedakan dengan sidrom Asperger atau autis Asperger). Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi.
2. DEFINISI GANGGUAN PERVASIF
Anak-anak dengan gangguan perkembangan pervasif (Pervasif Developmental Disorder/PDD) menunjukan hendaknya perilaku atau fungsi pada berbagai area perkembangan. Gangguan perkembangan pervasif pada umumnya menjadi tampak nyata pada tahun-tahun pertama kehidupan dan sering kali dihubungkan dengan retardasi mental. Gangguan ini umumnya diklasifikasikan sebagai bentuk psikosis pada edisi awal DSM.
Gangguan Perkembangan Pervasif (Pervasive Developmental Disorders /PDD) terdiri dari beberapa jenis PPD di antaranya adalah :
1.Autisme
2.Asperger’s disorder. itunjukan dengan adanya deficit pada interaksi sosial dan perilaku stereotip. Gangguan Asperger tidak melibatkan deficit yang signifikan pada kemampuan bahasa dan kognitif (APA,2000;Szatmari dkk 2000).
3.Rett’s disorder, gangguan yang dilaporkan hanya terjadi pada wanita;
4.Childhood Disintegrative Disorder (CDD).
5.Gangguan pervasive opada masa kanak-kanak (Pervasive Developmental Disorder) or Not Otherwise Specified (PDD:NOS). Kondisi yang jarang ada, biasanya muncul pada laki-laki Autisme (autism), atau gangguan austistik, adalah salah satu gangguan terparah di masa kanak-kanak. Bersifat kronis dan berlangsung sepanjang hidup. Autisme berasal dari bahasa Yunani, autos yang berarti “self.” Pertamakali di gunakan tahun 1906 oleh psikiater Swiss, Eugen Bleuler, untuk merujuk pada gaya berpikir yang aneh pada penderita skizofrenia. Cara berfikir autistic adalah kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pusat dari dunia, percaya bahwa kejadian-kejadian eksternal mengacu pada diri sendiri. Seolah-olah meeka hidup dalam dunia mereka sendiri, menutup diri dari setiap masukan dunia luar.
Walau saya kurang mengerti tentang Gangguan Perkembangan Pervasif, saya akan mencoba menjabarkannya pada artikel selanjutnya.
Gangguan Perkembangan Pervasif (Pervasive Developmental Disorders /PDD) terdiri dari beberapa jenis PPD di antaranya adalah :
1.Autisme
2.Asperger’s disorder. itunjukan dengan adanya deficit pada interaksi sosial dan perilaku stereotip. Gangguan Asperger tidak melibatkan deficit yang signifikan pada kemampuan bahasa dan kognitif (APA,2000;Szatmari dkk 2000).
3.Rett’s disorder, gangguan yang dilaporkan hanya terjadi pada wanita;
4.Childhood Disintegrative Disorder (CDD).
5.Gangguan pervasive opada masa kanak-kanak (Pervasive Developmental Disorder) or Not Otherwise Specified (PDD:NOS). Kondisi yang jarang ada, biasanya muncul pada laki-laki Autisme (autism), atau gangguan austistik, adalah salah satu gangguan terparah di masa kanak-kanak. Bersifat kronis dan berlangsung sepanjang hidup. Autisme berasal dari bahasa Yunani, autos yang berarti “self.” Pertamakali di gunakan tahun 1906 oleh psikiater Swiss, Eugen Bleuler, untuk merujuk pada gaya berpikir yang aneh pada penderita skizofrenia. Cara berfikir autistic adalah kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pusat dari dunia, percaya bahwa kejadian-kejadian eksternal mengacu pada diri sendiri. Seolah-olah meeka hidup dalam dunia mereka sendiri, menutup diri dari setiap masukan dunia luar.
Walau saya kurang mengerti tentang Gangguan Perkembangan Pervasif, saya akan mencoba menjabarkannya pada artikel selanjutnya.
1. Pendahuluan
Banyak orang tua menginginkan anaknya terlahir dengan sempurna, tanpa kekurangan sedikit pun baik fisik maupun daya intelektualnya. Karena bagi sebagian orang memutuskan menikah untuk memiliki keturunan dan dapat mewarisi apa yang dimiliki keluarganya, bahkan ada yang memiliki keinginan untuk menjadikan anaknya sesuai dengan keinginannya. Orangtua pastinya akan menumpahkan kasih sayang kepada anaknya, tak perduli saat usianya masih dalam hitungan detik ataupun saat anak sudah tumbuh dewasa sekalipun.
Namun apa yang akan terjadi seandainya anak yang anda lahirkan, ternyata tidak terlahir sebagai anak yang sehat secarafisik maupun intelektual?. Mungkin jika anda termasuk orang tua yang tidak siap secara psikologis akan merasa tertekan karena kekurangan yang dimiliki anak anda. Yang mesti orangtua waspadai adalah perhatikankan tumbuh kembang buah hati anda, seandainya terjadi sesuatu yang tidak wajar sebaiknya periksaan keahlinya agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Gangguan- gangguan yang terjadi pada anak dapat diketahui oleh orang. Banyak orangtua kurang mengetahui tentang gangguan-gangguan yang dapat terjadi pada masa kecil yang dapat bertambah jika kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Saya mencoba mencari tau tentang gangguan yang terjadi, seperti Gangguan Pervasif.
Namun apa yang akan terjadi seandainya anak yang anda lahirkan, ternyata tidak terlahir sebagai anak yang sehat secarafisik maupun intelektual?. Mungkin jika anda termasuk orang tua yang tidak siap secara psikologis akan merasa tertekan karena kekurangan yang dimiliki anak anda. Yang mesti orangtua waspadai adalah perhatikankan tumbuh kembang buah hati anda, seandainya terjadi sesuatu yang tidak wajar sebaiknya periksaan keahlinya agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Gangguan- gangguan yang terjadi pada anak dapat diketahui oleh orang. Banyak orangtua kurang mengetahui tentang gangguan-gangguan yang dapat terjadi pada masa kecil yang dapat bertambah jika kurang mendapatkan penanganan yang tepat. Saya mencoba mencari tau tentang gangguan yang terjadi, seperti Gangguan Pervasif.
Minggu, 28 Maret 2010
Definisi Autis
Untuk definisi atau penjelasan awal tentang autisme saya mendapatkan sumber dari internet. Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum (1982), autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri dari pada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penderita autisme sering disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri.
Autisme atau autisme infantil ( Early Infantile Autism) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943 ( dalam Budiman, 1998) seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner. Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolaholah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi.
Pada awalnya istilah “autisme” diambilnya dari gangguan schizophrenia, dimana Bleuer memakai autisme ini untuk menggambarkan perilaku pasien skizofrenia yang menarik diri dari dunia luar dan menciptakan dunia fantasinya sendiri. Namun ada perbedaan yang jelas antara penyebab dari autisme pada penderita skizofrenia dengan penyandang autisme infantile. Pada skizofrenia, autisme disebabkan dampak area gangguan jiwa yang didalamnya terkandung halusinasi dan delusi yang berlansung minimal selama 1 bulan, sedangkan pada anak-anak dengan autisme infantile terdapat kegagalan dalam perkembangan yang tergolong dalam kriteria Gangguan Pervasif dengan kehidupan autistik yang tidak disertai dengan halusinasi dan delusi (DSM IV, 1995).
Ahli lain mendefinikan autisme adalah gangguan perkembangan pervasif yang ditandai oleh adanya kelainan atau hendaya perkembangan yang muncul sebelum usia 3 tahun, dan dengan ciri kelainan fungsi dalam tiga bidang interaksi sosial, komunikasi dan perilaku yang terbatas dan berulang.
Langganan:
Postingan (Atom)